Disponsori oleh Yayasan Cahaya Islam Papua, Kota Sorong, Provinsi Papua Barat
Mari Berbagi Ilmu dan Pengalaman
Anas radhiyallahu 'anhu berkata: Ketika Nabi shollallahu 'alaihi wa sallam ditanya tentang dosa-dosa besar, maka jawabnya: Syirik mempersekutukan Allah, dan durhaka terhadap kedua ayah bunda, membunuh jiwa (manusia), dan saksi palsu. (HR. Bukhari dan Muslim).
Dari Ummul-Mukminin, Ummu ‘Abdillah, Aisyah radhiyallahu ‘anha, dia berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: "Barangsiapa yang mengada-ada dalam urusan (agama) kami ini yang bukan berasal darinya, maka hal itu tertolak." Dalam riwayat Muslim disebutkan: “Siapa yang melakukan suatu amalan (ibadah) yang bukan urusan (agama) kami, maka hal itu tertolak.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Dari Abu Ruqayyah Tamim ad-Dari radhiyallahu ‘anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Agama itu adalah nasihat.” Kami bertanya: “Untuk siapa?” Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Untuk Allah, Kitab-Nya, Rasul-Nya, dan pemimpin kaum Muslimin dan kaum Muslimin secara umum.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Dari Abu Muhammad Al Hasan bin Ali bin Abu Tholib, cucu Rosululloh sholallahu 'alaihi wa sallam dan kesayangan beliau rodhiallohu 'anhuma, dia berkata: "Aku telah hafal (sabda) dari Rosululloh sholallahu 'alaihi wa sallam: "Tinggalkanlah sesuatu yang meragukanmu kepada sesuatu yang tidak meragukanmu." (HR. Tirmidzi dan Nasa'i. Tirmidzi berkata: Ini adalah Hadits Hasan Shahih)
Dari Abu Hurairoh rodhiallohu 'anhu, sesungguhnya Rosululloh sholallahu 'alaihi wa sallam pernah bersabda: "Barang siapa yang beriman kepada Alloh dan hari akhirat, maka hendaklah ia berkata baik atau diam. Dan barang siapa yang beriman kepada Alloh dan hari akhirat, maka hendaklah ia memuliakan tetangganya. Dan barang siapa yang beriman kepada Alloh dan hari akhirat hendaklah ia memuliakan tamunya." (HR. Bukhori dan Muslim)